Al-Qur'an dan Pancasila Antar Indonesia Jadi Negara Terdermawan

Sabtu, 19 Juni 2021

Al-Qur'an dan Pancasila Antar Indonesia Jadi Negara Terdermawan


Terpilihnya indonesia sebagai negara terdermawan di dunia tentu perlu kita apresiasi. Prestasi ini diraih jelas bukan semata-mata karena negara kita adalah negara yang berdasarkan pancasila saja. Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Abbas. 

"Kalau hanya sampai di situ maka saya yakin pancasila itu tentu tidak akan berbentuk tetapi karena sila-sila yang ada dalam pancasila tersebut sudah dijiwai dan diwarnai oleh nilai-nilai dari ajaran agama terutama agama islam yang berdasarkan dan bersumberkan kepada Al-Qur'an dan Assunnah maka jadilah bangsa kita menjadi bangsa yang peduli kepada sesama, karena di dalam berbagai surat dan ayat dalam Al-Qur'an di situ secara jelas sekali kita disuruh dan diperintah oleh Allah SWT untuk tidak hanya memperhatikan diri kita saja tapi kita juga diperintah untuk memperhatikan keadaan dari keluarga dan tetangga kita serta keadaan dari orang lain terutama fakir miskin," katanya dalam kekerangannya, Sabtu. 

Bahkan dalam salah satu surat dalam Al-Qur'an dikatakan bahwa kita ini akan dicap oleh Allah sebagai seorang pendusta agama kalau kita  menyia-nyiakan dan tidak berempati kepada anak yatim serta tidak mau membantu dan memperhatikan kebutuhan orang miskin. 

Hal demikian kata dia diperjelas dan dipertegas lagi oleh nabi lewat hadis-hadisnya yang menyatakan dan mengingatkan kita tentang wajibnya kita untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang-orang yang hidupnya termarginalkan seperti kata beliau: Tidaklah bisa dikatakan bahwa kita ini telah beriman kepada Allah dan hari akhir kalau perut kita kenyang tetapi tetangga kita kelaparan. 

Nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis yang seperti inilah yang telah mendorong bagi tinggi dan meningkatnya minat untuk berdonasi dan kerelawanan di kalangan umat islam dan itu sangat terlihat sekali di masa-masa awal COVID-19, di mana pemerintah mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengisolasi diri dan tidak keluar rumah akibatnya ekonomi masyarakat lapis bawah benar-benar terpukul karena tukang becak, tukang ojek, sopir taxi, pedagang kaki lima, ekonomi mereka benar-benar lumpuh dan terpukul karena hidup mereka boleh dikatakan ditopang oleh apa yang mereka dapat hari itu. 

Lebih lanjut, Abbas mengatakan, kita tidak menyalahkan anjuran dan kebijakan dari pemerintah untuk tidak keluar rumah tersebut, karena anjuran itu di satu sisi memang baik karena telah mampu menekan penyebaran virus corona yang ada. Tapi di sisi lain terutama dari sisi ekonomi anjuran dan kebijakan tersebut ternyata telah membuat mereka yang ada di lapis bawah  benar-benar menjerit karena tidak ada yang akan dimakan. Tapi jeritan mereka tersebut telah didengar oleh tetangga dan handai tolan, serta orang lain. 

Dan ketika itulah kita lihat bagaimana umat islam benar-benar telah termotivasi dan terdorong oleh ajaran agamanya untuk turun bagi membantu mereka yang berada dalam kesulitan tersebut secara ikhlas, baik langsung kepada orang yang dia tuju atau mereka salurkan lewat baznas dan LAZ serta unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada. 

"Saya tidak bisa membayangkan apalah yang akan terjadi di negeri ini kalau gerakan sosial dan filantropi yang dilakukan secara ikhlas dan spontan oleh umat tersebut tidak ada ketika itu tentu kita akan banyak membaca berita tentang kelaparan dan kematian di mana-mana tapi saya nyaris tidak mendengar dan membaca adanya hal itu. Kalau ada orang yang sakit dan mati, itu jelas bukan karena dia tidak makan tapi karena COVID-19," imbuhnya.

Oleh karena itu dalam menghadapi masalah ini kita tidak boleh hanya berhenti dan terhenti dengan pendekatan konstitusional saja dan tidak kembali kepada sumber nilai utama dari pancasila dan UUD 1945 tersebut, karena kalau kita hanya terhenti di situ maka tugas untuk itu jelas sepenuhnya terpikul di pundak pemerintah karena memang seperti itulah yang diamanatkan dalam pasal 34 UUD 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara. 

Tetapi ketika masa-masa awal pandemi COVID-19 tersebut kita sama-sama tahu bahwa bantuan pemerintah itu baru turun setelah pemerintah selesai membuat peta dari orang-orang yang akan dibantu yang itu baru selesai setelah mereka kerjakan berminggu-minggu. 

Dalam logika kita dan orang banyak, kalau ada orang yang tidak makan satu minggu atau lebih maka mereka tentu sudah banyak yang mati atau sakit tetapi hal itu tidak terjadi karena dalam situasi di mana mereka tidak punya pendapatan tersebut saudara dan tetangganya serta orang lain telah datang membantu. 

Dan yang menjadi pendorong utama mereka melakukan itu yang perlu kita catat dan ingatkan di sini itu mereka lakukan bukanlah karena instruksi atau perintah dari pemerintah tapi adalah karena ajaran agama mereka sendiri yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Assunnah yang memerintahkan mereka untuk melakukannya. 

Jadi bagi orang islam sila-sila dalam Pancasila itu tidak akan bunyi dan tidak akan bisa dipahami serta tidak akan jelas bentuknya kalau dia tidak dituntun dan diarahkan serta diisi oleh nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama islam itu sendiri, yang sumber ajarannya adalah terdapat dalam Al-Qur'an dan Assunnah. 

Oleh karena itu kalau ada tokoh dan para pemimpin di negeri ini yang bertanya dan menyuruh bawahan atau rakyatnya untuk memilih pancasila atau Al-Qur'an maka yang bersangkutan jelas tidak paham dan tidak mengerti tentang apa itu Al-Qur'an dan agama islam, serta apa itu pancasila dan bagaimana hubungan antara ketiganya. 

Oleh karena itu bila negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang sikap dan pandangannya seperti itu maka jelas akan sangat berbahaya karena akibat dari ketidakpahaman mereka terhadap hal demikian, jelas akan bisa menyeret bangsa ini ke lembah bencana dan malapetaka serta kehancurannya. Dan kita sebagai warga bangsa yang baik dan cinta negeri ini tentu saja tidak mau hal itu terjadi. (Kumparan)

Kaki Gunung

BUNGALOW!

Jasa layanan Villa Pondok Quran untuk wisata islami keluarga di Bogor yang masyhur eksotismenya.

Order Sekarang

Aqiqah Online

DI PONDOK QURAN

Selenggarakan sunnah mulia aqiqah anak Anda di Pondok Tahfidz Quran bersama anak santri kita

WhatsApp